Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Aktivitas Individu Perlawanan rakyat pada masa pendudukan Jepang Halaman 257 Bab 4 (Perubahan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan dan Tumbuhnya Semangat Kebangsaan)

Diposting pada
Buku IPS Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Questions and Keys to Social Sciences Class 8 Curriculum 2013 Revised 2017 Individual Activity Popular resistance during the Japanese occupation Page 257 Chapter 4 (Changes in Indonesian Society during the Colonial Period and the Growth of the National Spirit) ~ Assalamualikum Semuanya,Kembali lagi Bersama Jawabanpelajar.com.Pada Kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Aktivitas Individu Perlawanan rakyat pada masa pendudukan Jepang Halaman 257 Bab 4 (Perubahan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan dan Tumbuhnya Semangat Kebangsaan) Kepada Para Siswa/Siswi Yang melihat Artikel Ini.Yuk,Kita Langsung saja ke Soal dan Jawabannya. ~

 

Aktivitas Individu

Carilah buku yang membahas tentang perlawanan rakyat pada masa pendudukan Jepang. Kalian juga dapat mencari data dari internet. Tuliskan secara singkat latar belakang, proses, dan akhir dari perlawanan tersebut.

Baca Juga : 
Perlawanan Rakyat pada Masa Pendudukan Jepang
Nama Perlawanan Tokoh Perlawanan Latar Belakang Proses Akhir
Perlawanan Rakyat Aceh Tengku Abdul Djalil Jepang membuat peraturan-peraturan yang menimbulkan kesewenang-wenangan Jepang itu sendiri.Sehingga membuat Rakyat Aceh menentang peraturan-peraturan Jepang. Tengku Abdul Dajalil beserta rakyat Aceh melakukan perlawanan bersenjata terhadap Jepang. Pada 10 November 1942 melakukan perlawanan kepada Jepang Tengku Abdul Djalil dalam perlawanan tersebut akhirnya dia ditangkap dan ditembak mati.
Perlawanan Singaparna, Jawa Barat K.H. Zaenal Mustofa Menentang seikerei yaitu menghormati Kaisar Jepang. Perlawanan terjadi pada tanggal 24 Februari 1944 terhadap tentara Jepang. Meletusnya perlawanan terhadap Jepang yang dipimpin oleh K.H. Zaaenal Mustofa Pada perlawanan tersebut
K.H. Zainal Mustofa
ditangkap dan dihukum mati berserta beberapa pengikutnya
Perlawanan Indramayu, Jawa Barat H. Madrian Pengutan padi yang terlalu tinggi oleh Jepang. Rakyat Lohbener dan Sindang di Indramayu memberontak terhadap Jepang Perlawanan dilakukan pada juli 1944 oleh para petani yang dipimpin H. Madrian. Perlawanan yang dipimpin  H.Madriain dapat dipadamkan oleh Jepang.
Perlawanan PETA di Jawa Timur Supriyadi Kesewenang-wenangan Jepang kepada rakyat.Sehingga terjadi penderitaan rakyat Indonesia karena penjajahan Jepang Pada tanggal 14 Februari 1945 Shodanco Supriyadi memimpin pasukan PETA untuk pemberontakan kepada Jepang Pemberontakan berhasil dipadamkan oleh pasukan Jepang dan beberapa anggota pasukan PETA berhasil ditangkap oleh Jepang

Perlawanan Rakyat Aceh

a. Latar Belakang Perlawanan Rakyat Aceh

Pada tahun 1942, Jepang untuk pertama kalinya mendarat di Aceh. Kedatangan Jepang disambut baik oleh rakyat Aceh. Hal tersebut karena propaganda Jepang yang akan memakmurkan bangsa-bangsa di Asia. Namun propaganda Jepang hanya omong kosong belaka. Pada akhrinya bangsa Jepang menindas bangsa Indonesia dengan seenaknya. Banyak perempuan Aceh yang dilecehkan oleh Jepang, rakyat Aceh juga dipaksa untuk menyembah matahari, dan masih banyak lagi kebijakan Jepang yang merendahkan harga diri rakyat Aceh.

b. Proses Terjadinya Perlawanan Rakyat Aceh

Akibat Kesewenang-wenangan Jepang, rakyat Aceh tidak terima. Kemudian, rakyat Aceh melakukan perlawanan bersenjata yang dipimpin oleh Tengku Abdul Djalil. Tengku Abdul Djalil merupakan guru mengaji di daerah Cot Pileng. Tengku Abdul Djalil tidak mau tunduk dan tidak tahan dengan kesewenang-wenangan Jepang. Meskipun Jepang berulang kali membujuk agar dapat berdamai dengan rakyat Aceh, namun Tengku Abdul Djalil dan rakyat Aceh menolaknya. Mereka meimilih melawan Jepang. Akhirnya pertempuran pun terjadi.

c. Akhir Peristiwa Perlawanan Rakyat Aceh

Karena usaha Jepang membujuk damai selalu ditolak. Pada November 1942, Jepang menyerbu Cot Pleing. Ketika penyerbuan yang pertama ini, rakyat sedang melaksanakan salat subuh, dengan persenjataan berupa kelewang, pedang, dan rencong. Akhirnya Jepang dapat dipukul mundur sampai ke Lhokseumawe.

Serangan Jepang yang kedua pun dapat digagalkan oleh rakyat Aceh. Pada akhirnya, serangan Jepang yang ketiga membuahkan hasil dapat ditangkapnya Tengku Abdul Djalil dan ditembak mati, serta wilayah Cot Pleing dapat dikuasai oleh Jepang.

 

Perlawanan Singaparna, Jawa Barat

a. Latar Belakang Perlawanan Singaparna, Jawa Barat

Kesewenang-wenangan pemerintah Jepang menimbulkan perlawanan rakyat Indonesia di berbagai daerah. Salah satu perlawanan yang mahsyur terjadi di Jawa Barat, khususnya Singaparna. Perlawanan oleh rakyat di Singaparna dipimpin oleh K.H. Zainal Mustafa yang merupakan pemimpin pesantren Sukamnah. Latar belakang perlawanan rakyat di Singaparna karena rakyat diperintahkan untuk melakukan Seikeirei. Seikeirei merupakan suatu upacara penghormatan kepada kaisar Jepang yang dianggap dewa, dengan cara membungkukkan badan ke timur laut atau Tokyo.

b. Proses Terjadinya Perlawanan Singaparna, Jawa Barat

Kemudian menanggapi kebijakan Jepang yang semena-mena itu, K.H. Zainal Mustafa menyuruh santri-santrinya untuk tidak melakukan Seikeirei karena Seikeirei merupakan bentuk penyekutuan Tuhan. K.H. Zainal Mustafa mempertebal keyakinan dan keimanan santri-santrinya, serta mengajari santri-santri silat.

c. Akhir Peristiwa Perlawanan Singaparna, Jawa Barat

Mengetahui bahwa rakyat Singaparna dan santri Sukamnah tidak mau melakukan Seikeirei, Jepang kemudian melakukan serangan mendadak. Jepang melancarkan serangan ke Sukamnah tahun 1944. Serangan tersebut bertujuan untuk menangkap K.H. Zainal Mustafa. Akhirnya peperangan tidak dapat dihindarkan. Pertempuran yang sengit antara Jepang dengan rakyat Singaparna, dmenangkan oleh Jepang. Jepang berhasil menangkap rakyat Singaparna dan memasukkannya ke tahanan di daerah Tasikmalaya lalu dipindahkan ke Jakarta.

K.H. Zainal Mustafa tidak luput dari penangkapan Jepang. K.H. Zainal Mustafa pada akhirnya dijatuhi hukuman mati. Beliau kemudian dimakamkan di Ancol, selanjutnya makamnya dipindahkan ke daerah Singaparna.

 

Perlawanan Indramayu, Jawa Barat

a. Latar Belakang Perlawanan Indramayu, Jawa Barat

Jepang selalu berlaku sewenang-wenang terhadap rakyat Indonesia. Selain itu, Jepang sering membuat kebijakan yang merugikan rakyat Indonesia. Salah satunya adalah kebijakan penarikan padi hasil panenan yang sangat memberatkan dan merugikan rakyat. Di Desa Kaplongan, Distrik Karangampel pada April 1944 muncul perlawanan, berselang tiga bulan setelahnya muncul perlawanan di Desa Cidempet, Kecamatan Lohbener.

b. Proses Terjadinya Perlawanan Indramayu, Jawa Barat

Perlawanan terhadap Jepang di Indramayu dipimpin oleh Madrian. Madrian bersama rakyat Indramayu memunyai semboyan “lebih baik mati melawan Jepang daripada mati kelaparan”. Akhirnya pecahlah pertempuran antara rakyat Indramayu melawan Jepang.

c. Akhir Peristiwa Perlawanan Indramayu, Jawa Barat

Pertempuran antara rakyat Indramayu dengan Jepang, pertempuran berlangsung yang tidak seimbang. Jepang didukung dengan tentara dan persenjataan yang lengkap, rakyat Indramayu dapat dikalahkan.

 

Perlawanan PETA di Jawa Timur

a. Latar Belakang Perlawanan PETA di Jawa Timur

PETA (singkatan dari “Pembela Tanah Air”) merupakan organisasi militer bentukan Jepang di Indonesia. PETA dibentuk oleh Jepang pada bulan Oktober 1943 untuk memertahankan Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera dari serangan pasukan Sekutu (Amesrika Serikat, Inggris, Australia, dan Belanda) yang berada di Front Pertempuran Asia Pasifik pada Perang Dunia II.

Kondisi Indonesia yang terpuruk ketika pendudukan Jepang, diantaranya karena kebijakan Jepang, seperti kebijakan penyetoran padi, Romusha, maupun Heiho (tentara yang dipersiapkan untuk ikut bertempur bersama tentara-tentara Jepang di berbagai medan tempur Asia seperti Myanmar, Thailand, dan Filipina)  yang perekrutannya dengan pemaksaan demi kepentingan Jepang, membuat PETA memberontak.

b. Proses Terjadinya Perlawanan PETA di Jawa Timur

Pemberontakan PETA di Blitar, Jawa Timur tanggal 29 Pebruari 1945 dipimpin oleh Syodanco Supriyadi beserta dua orang temannya yaitu Syodanco Muradi dan Dr.Ismail. Pemberontakan PETA di Blitar merupakan perlawanan terbesar di Jawa ketika itu.

c. Akhir Peristiwa Perlawanan PETA di Jawa Timur

Akhirnya, dengan kelicikan Jepang melalui Kolonel Katagiri (Komandan Pasukan Jepang), pasukan PETA berhasil ditipu dengan perundingan palsu. Perundingan yang dilakukan hanya strategi untuk menjebak perwira PETA. Empat perwira PETA dihukum mati dan tiga lainnya disiksa sampai mati. Sedangkan Syodanco Supriyadi berhasil meloloskan diri.

Baca Juga : 

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Aktivitas Individu Perlawanan rakyat pada masa pendudukan Jepang Halaman 257 Bab 4 (Perubahan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan dan Tumbuhnya Semangat Kebangsaan)”, Dan Terima Kasih Sudah Berkunjung Blog Yang Sederhana.Semoga Kunci Jawaban Ini Bisa Membantu Kalian Yang Belum Menjawab Soal dan Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Aktivitas Individu Perlawanan rakyat pada masa pendudukan Jepang Halaman 257 Bab 4 (Perubahan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan dan Tumbuhnya Semangat Kebangsaan).Jika ada Kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun Salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya.Jika Ada Pertanyaan Dan Ada Saran Untuk kelebihan dan kekurangan Selain Ini Bisa Komen Di Kolom Komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *