Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Tabel 1.1 Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Halaman 12 Bab 1 (Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara)

Diposting pada
Buku PPKN Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016

Questions and Answers for PPKN Class 7 Curriculum 2013 Revised 2016 Table 1.1 Formulation of Pancasila as the State Base Page 12 Chapter 1 (Formulation and Determination of Pancasila as the State Basis) ~ Assalamualikum Semuanya,Kembali lagi Bersama Jawabanpelajar.com.Pada Kali ini saya akan memberi tahu kalian semua tentang Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Tabel 1.1 Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Halaman 12 Bab 1 (Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara) Kepada Para Siswa/Siswi Yang melihat Artikel Ini.Yuk,Kita Langsung saja ke Soal dan Jawabannya. ~

 

Baca Juga :

 

Tabel 1.1 Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

No. Aspek Informasi Uraian
1. Pendiri Negara pengusul rumusan dasar negara a. Muh. Yamin

Muh. Yamin dalam pidatonya pada tanggal 29 Mei 1945, mengemukakan:

  1. Peri kebangsaan
  2. Peri keadilan
  3. Peri ketuhanan.
  4. Peri kerakyatan.
  5. Kesejahteraan rakyat.

b. Dr. Soepomo

Soepomo dalam pidatonya pada tanggal 31 Mei 1945, mencetuskan:

  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan.
  3. Keseimbangan lahir batin.
  4. Musyawarah.
  5. Keadilan rakyat.

c. Ir. Soekarno

Ir. Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945, mengusulkan :

  1. Kebangsaan Indonesia.
  2. lnternasionalisme atau perikemanusiaan.
  3. Mufakat atau demokrasi.
  4. Kesejahteraan sosial.
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Anggota Panitia Kecil Berikut ini adalah Delapan nama-nama anggota dari Panitia Kecil:
  1. Soekarno
  2. Ki Bagus Hadikusumo
  3. Mohammad Yamin
  4. KH Wahid Hasyim
  5. A.A Maramis
  6. Otto Iskandar Dinata
  7. Sutardjo Kartohadikusumo
  8. Mohammad Hatta
3. Anggota Panitia Sembilan Panitia Sembilan dibentuk pada tanggal 1 Juni tahun 1945. Adapun anggota Panitia Sembilan adalah sebagai berikut:
  1. Ir. Soekarno sebagai ketua
  2. Drs. Mohammad Hatta sebagai wakil ketua
  3. Mr. Achmad Soebardjo sebagai anggota
  4. Mr. Mohammad Yamin sebagai anggota
  5. KH. Wahid Hasjim sebagai anggota
  6. H. Agus Salim sebagai anggota
  7. Abdoel Kahar Moezakir sebagai anggota
  8. Abikoesno Tjokrosoejoso sebagai anggota
  9. Mr. Alexander Andries Maramis (anggota)
4. Panitia Sembilan Panitia Sembilan adalah panitia yang dibentuk BPUPKI dan beranggotakan sembilan orang yang mempunyai bertugas merumuskan “dasar negara” Indonesia yang tercantum pada UUD 1945″Piagam Jakarta ini yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945 dengan perubahan sila pertama yang berdasarkan pada berbagai pertimbangan mengenai sebuah negara kesatuan. Dokumen ini didapatkan setelah terjadi kompromi antara 4 golongan nasionalis dan empat golongan Islam mengenai rumusan dasar negera.Tugas Panitia Sembilan

Tugas keanggotaan panitia sembilan adalah meliputi :

  1. Bertanggung jawab atas perumusan atau pembentukan dasar negara Indonesia merdeka.
  2. Memberikan usul – usul ataupun saran baik secara lisan dan tulisan, disamping itu juga membahas dan
  3. Merumuskan dasar negara Indonesia merdeka.
  4. Kemudian mengusulkan pendapat mereka juga menampung dari berbagai aspirasi pembentukan dasar negara Indonesia dari berbagai tokoh.
  5. Menampung aspirasi dari berbagai tokoh tentang pembentukan dasar negara Indonesia yang merdeka, langkah dan tugas selanjutnya yaitu harus menyusun sebuah naskah rancangan pembentukan dasar negara Indonesia yang kemudian Mr Mohammad Yamin memberi nama Piagam Jakarta

Latar Belakang Pembentukan Panitia Sembilan

Proses kemerdekaan Indonesia salah satunya yaitu ada pembentukan panitia sembilan, sementara panitia sembilan ini merupakansebuah kepanitiaan kecil yang mempunyai tugas khusus dan beranggotakan dengan sembilan orang untuk menyusun rumus dasar negara Indonesia, karena dasar negara Indonesia adalah salah satu yang penting untuk dimiliki oleh suatu negara.Mendekati akhir persidangan BPUPKI dengan ketuanya yaitu Dr. Radjiman Widyodiningrat membentuk sebuah panitia kecil yang beranggotakan dengan 8 orang dengan ketuanya yaitu Ir. Soekarno, panitia ini disebut dengan nama panitia delapan. Panitia ini memiliki tugas sebagai untuk memerikas dan juga mengklarifikasi semua saran dan usulan yang masuk baik secara lisan maupun secara tulisan dan yang berkaitan dengan pembentukan dasar negara Indonesia merdeka, panitia ini mulai bekerja tanggal 2 juli sampai 9 juli dalam masa reses BPUPKIPanitia ini dibentuk dua bulan sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia yang diumumkan tepatnya pada tanggal 22 Juni 1945, dan panitia sembilan ini di ketuai oleh Presiden pertama kita yaitu Ir. Soekarno. Mereka sepakat untuk mengangkat Ir. Soekarno sebagai ketua karena kepanitiaan ini yang sengaja dibentuk untuk bisa menyelesaikan masalah yang ada kaitannya dengan dasar negara.

Anggota Panitia Sembilan

Panitia Sembilan dibentuk pada tanggal 1 Juni tahun 1945. Adapun anggota Panitia Sembilan adalah sebagai berikut:

  1. Ir. Soekarno sebagai ketua
  2. Drs. Mohammad Hatta sebagai wakil ketua
  3. Mr. Achmad Soebardjo sebagai anggota
  4. Mr. Mohammad Yamin sebagai anggota
  5. KH. Wahid Hasjim sebagai anggota
  6. H. Agus Salim sebagai anggota
  7. Abdoel Kahar Moezakir sebagai anggota
  8. Abikoesno Tjokrosoejoso sebagai anggota
  9. Mr. Alexander Andries Maramis (anggota)
5. Latar Belakang Perubahan Rumusan Dasar Negara Sila Pertama Naskah Piagam Jakarta Setidaknya ada 3 hal yang menjadi latar belakang perubahan rumusan dasar Negara sila pertama yang tertuang dalam naskah Piagam Jakarta. Ketiga hal tersebut antara lain sebagai berikut:
  • Rakyat Indonesia mempunyai latar belakang agama atau kepercayaan yang berbeda-beda.
  • Untuk menjaga dan mempertahankan rasa persatuan juga kesatuan dari NKRI.
  • Menampung aspirasi dari perwakilan Indonesia wilayah timur khususnya dari umat protestan dan katolik.

Sila pertama dasar Negara yang tertuang dalam Piagam Jakarta berbunyi:

“Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at islam bagi pemeluk-pemeluknya.”

Sila tersebut dirasakan memihak hanya pada satu umat beragam saja sehingga di masa depan bisa memicu perpecahan. Oleh sebab itu para pendiri bangsa mengubah sila tersebut menjadi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ yang dirasa lebih merangkul semua agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia.

 

Baca Juga :

 

Sekian Kunci Jawaban Dari Saya Tentang Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Tabel 1.1 Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Halaman 12 Bab 1 (Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara), Dan Terima Kasih Sudah Berkunjung Blog Yang Sederhana.Semoga Kunci Jawaban Ini Bisa Membantu Kalian Yang Belum Menjawab Soal dan Kunci Jawaban PPKN Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2016 Tabel 1.1 Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Halaman 12 Bab 1 (Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara).Jika ada Kelebihan pada artikel ini semoga bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada kekurangan maupun Salah mohon dimaafkan sebesar-besarnya.Jika Ada Pertanyaan Dan Ada Saran Untuk kelebihan dan kekurangan Selain Ini Bisa Komen Di Kolom Komentar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *